Paduan untuk notifikasi, agar tidak terjadi peraduan

KilasRingkas Des 05, 2020

Dalam sebuah produk digital, elemen notifikasi tidak boleh merusak pengalaman pengguna. Seharusnya, mereka harus berkontribusi pada pengalaman yang membantu user mencapai tujuan. Dengan menyampaikan pesan secara baik dan menghasilkan hasil yang lebih baik untuk produk digital yang tercipta.

Photo by Jamie Street / Unsplash

Lantas bagaimana cara mengetahui letak notifikasi yang tepat?, yang terbaik adalah menggunakan pendekatan terintegrasi pada desain notifikasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Sebuah notifikasi memiliki fungsi penting dalam kegunaan produk. Jika merujuk pada metode hueristic evaluation point 1. "Visibility of system status". Jelas akan di evaluasi, sebab sistem harus selalu memberi tahu pengguna tentang apa yang sedang terjadi, begitupun juga memberi feeback dengan waktu yang wajar.

Namun, cara terbaik untuk berkomunikasi dengan pengguna akan bervariasi dan bergantung pada beberapa faktor utama:

  • Jenis informasi yang dikomunikasikan
  • Urgensi informasi-apakah itu perlu segera dilihat

Ya tulisan jenis informasi di atas saya tebalkan, Karena pendekatan awal untuk desain notifikasi memerlukan klasifikasi pada tiga tingkat: perhatian tinggi, sedang, dan rendah, yaitu “levels of severity” bahasa kerennya.

Tipe notifikasi perlu didefinisikan lebih detail dengan atribut spesifik pada ketiga level tersebut, apakah itu alert untuk error,warning, ataupun sukses. Seperti gambar diatas menurut Miklos Philips klasifikasi status indikator untuk sebuah notifikasi ada 3 yaitu:

High-attention

  • Alerts (immediate attention required)
  • Errors (immediate action required)
  • Exceptions (system anomalies, something didn’t work)
  • Confirmations (potentially destructive actions that need user confirmation to proceed)

Medium-attention

  • Warnings (no immediate action required)
  • Acknowledgments (feedback on user actions)
  • Success messages

Low-attention

  • Informational messages (aka passive notifications, something is ready to view)
  • Badges (typically on icons, signifying something new since last interaction)
  • Status indicators (system feedback)

Bagaimana cara terbaik untuk membuat notifikasi?

Bagaimana hayo, bagaimana? ehe.Sebelum merancang sistem notifikasi dan memasukkannya ke dalam sistem desain, pertimbangkan praktik terbaik mendasar berikut:

  • Klasifikasikan pemberitahuan dengan tiga tingkat
  • Buat skema warna yang konsisten untuk tiga tingkat perhatian serta ikonografi yang konsisten.
  • Buat pemberitahuan singkat dan mudah dibaca yang memberikan informasi berguna.
  • Untuk pemberitahuan tingkat perhatian tinggi pada ponsel, pertimbangkan suara feedback dan haptic

Kesimpulan

Peran sebuah notifikasi dalam sebuah aplikasi digital sangatlah penting bagi para pengguna dengan kemajemukkannya, jelas jika notifikasi itu salah tidak pada waktu dan tempatnya akan ada peraduan. Kemudian untuk desainer juga harus mencatat semua interaksi selama pengujian pengguna di mana notifikasi dapat memberikan nilai untuk meningkatkan UX.

Sekian dan terima kasih!

Sumber:

https://uxdesign.cc/a-comprehensive-guide-to-notification-design-2fff67f08b7a

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.