Membuat CV yang agak benar

KilasRingkas Nov 25, 2020

Ketika membicarakan pekerjaan, sebagian dari kita pasti tidak asing dengan hal-hal yang terkait dengan pekerjaan, contoh umunya seperti mencari lowongan kerja. Untuk apply pekerjaan dalam sebuah korporat, tentunya kita membutuhkan item  pendukung seperti ijazah, curriculum vitae, sertifikat dan item pendukung lainnya. Karena ini bukan perkuliahan D4 / S1, alangkah baiknya ijazah nya di sekip aja, langsung ngebahas lebih lanjoot si curriculum vitae ini dan mawapress mending minggir dulu, kan mawapres gaperlu ginian.

Pengangguran welcome to the jungle ....

Tentang CV

Dimulai bermula dengan konsep CV ini sendiri, Curriculum vitae bukan Commanditaire Vennootschap merpakan salah satu lampiran dokumen yang dapat digunakan diberbagai keperluan lur. Ngelampirin cv ini bisa jadi syarat buat daftar kuliah S2, S3 dan es terossss. Bisa juga buat beasiswa, melamar kerja, melamarmu(eaak) , daftar ormas dan masih banyak lagi. Isi dari cv ini biasanya meliputi data pribadi, riwayat pendidikan, prestasi, pekerjaan yang pernah dicapai.

Membuat  CV dengan baik merupakan hal yang cukup membingungkan bagi beberapa orang, karena sebagian dari kita ingin dilirik atau caper sama recruiter kan 👀 (ngaku aja), kalo gaada cv gimana? goyang dumang? atau bikin tiktok ala jamet kabupaten ?

Karena nggak ada panduan khusus tentang membuat cv yang baik dan benar, mungkin beberapa solusi dariku bisa juga jadi solusi buat kalian pembaca, dan sebagian besar tulisan disini memberikan tips agar cv yang dibuat lebih simpel dan informatif.

Oke , kita akan bahas kesalahan yang sering terjadi di lapangan

Informasi Pribadi

Seringkali kita menuliskan data pribadi yang terlalu privasi, semisal mencantumkan tempat tanggal lahir, alamat rumah, riwayat pendidikan berlebih terus apa lagi ? nomer KK juga mau kau tulis ?

Data pribadi yang perlu dicantumkan nama, domisili, email / nomor hp yang dapat dihubungi, selain dari informasi itu, sifatnya opsional.

Mencantumkan semua riwayat pendidikan

Seringkali melihat kasus seperti gambar diatas, informasi riwayat pendidikan mencantumkan semua instansi mulai dari TK - SD sampai kuliah. Hali ini yang membuat cv memakan banyak tempat, sedangkan lembaran cv idealnya itu 2 lembar 🤔. Hey bani adam, gak sekalian Mifa sama Mafa kalian cantumin sekalian ?

Akronim dan tata bahasa

Tentang akronim, memberikana gambaran yang sejelas-jelasnya merupakan hal wajib yang perlu dilakukan saat menulis cv. Apalagi ketika kita aktif dalam ke-organisasian tertentu dan disitu yang kita dapatkan pasti banyak sekali, entah itu prestasi yang diraih, pencapaian apa saja yang sudah didapat dan itu sangat perlu sekali ditulis dengan jelas.

Hal yang perlu dihindari saat penulisan nama organisassi semacam HIPMI, HTMI, NU, FPI dan lainnya, akronim ini sangat rancu untuk ditulis jadi lebih baik lagi ditulis lebih lengkap nama organisasi tersebut bukan hanya sekedar akronim.

Tulis secara singkat udah ngapain aja di organisasi itu dan bahasa pengejaan secara tepat alias hilangkan "typo", oh iya sertakan memberi rentan jeda waktu jabatan agar mengerti spesifik masa menjabatnya.

Desain

Untuk dari sisi desain, tidak perlu desain aneh-aneh melainkan susunan dan rapi secara visual (good looking lah). Diusahakan perpaduan warna dan font sesuai, apalagi apply ke sistem pemerintahan, formal dan simpel. Berbeda dengan industri kreatif yang seringkali menuntut kreativitas dari kandidat dan dapat pertimbangan dan penilaian kemampuan dari yang dimiliki.

Jadi untuk masalah desain, sesuaikan dari industri seperti apa yang sekiranya sesuai dengan gaya desain kalian.

Referensi penysunan konten CV oleh @afnizarur

Penilaian subjektif

Penulisan subjektif dapat mencakup pengukuran kemampuan untuk penguasaan hard skill atau softskill.  Jika ingin menuliskan kemampuan yang dimiliki, tidak dianjurkan memberikan penilaian pribadi di dalamnya, contoh gambar diatas memberikan presentase pada setiap skill yang menjadi semakin ambigu, bagaimana kita dapat mengetahui bahwa skill X tersebut 20%? tolak ukur nya apa ?

Lebih bagus skill dicantumkan dan diberikan keterangan sudah kalian lalui dengan skill itu. Semisal, membuat sebuah produk dengan skill blablabla, atau bisa juga memenangkan suatu perlombaan / penghargaan dari lembaga tertentu sehingga dapat dipertanggung jawabkan.

Kesimpulan

Semoga bermanfaat & udah gitu aja 👋🏻

flatburger

🏙 warga gotham biasa

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.